Showing posts with label biacara nuraniku. Show all posts
Showing posts with label biacara nuraniku. Show all posts

Tuesday, 26 April 2011

sayangku.. sahabatku...

Wahai sahabatku,
Sekalis ku lihat wajahmu tika itu
Sungguh ku syukur... kerana aku tidak menduga akan pertemuaan itu
“kita merancang tapi Allah juga yang menentukan”
Syukur ya Allah..
Engkau pertemukan juga dengan dia sahabatku yang TERSAYANG..
Sekian lama kita berjauhan
Namun aku percaya ukhuwah fillah yang telah kita bina diatas
Landasan-Nya tidak berubah…


Ya Allah
Sesudah Engkau pertemukan kami ini
Satukanlah hati-hati kami 
Peliharalah jua iman kami dari kekufuran
Ikat kan lah hati kami agar sentiasa mngingatimu…
Ku serahkan segalanya
Hanya pada-Mu Ya Rabb……

Tuesday, 19 April 2011

inTAn sAyaNg neNek !!!

Kali nie hnya sekdar bingkisan luahan hati ... 
kepada
 Allahyarhamah JAH BT. SAMSUDDIN Al-Fatihah buatnya..



     Maafkan cucunda mu ini.. andai selama ini terkurang memberi perhatian.. sungguh aku merinduimu tiap gelak tawamu... walaupun sudah genap sebulan engkau meningalkan dunia ini...

    Tepat pada pukul 11pagi, sewaktu aku berjalan keluar dari dewan setelah selesai berjuang dalam paper tassawuf wa akhlaq, kelegaan hati terasa & ku panjatkan kesyukuran kerana ak berjaya menjawabnya... elok sahaja aku membuka beg kuliah utk menyimpan slip peperiksaan, tiba2 lampu phone ku bernyala.. kelihatan ada pangilan dari angah ku.. abangku bertanye dengan nada tegas " intan nape tak angkat hp jenuh angah kol " dan aku kata pada abang ku dengan nada serius " angah intan kan tegah exam hp kat luar mana tau angh kol". apbila angah menceritakn tujuannya aku istighfar banyak2.. terkedu dan terdiam sejenak.. hatiku berbisik..

"Apa betul ke angah beritahu aku tadi? "

    Dengan bergegas ak berlari pulang ke rumah sewa degan berjalan kaki... sesampainye aku dirumah sewa aku menahan tiap titisan airmataku supaya tiada yang tahu kesedihan ku... aku hanya menuggu angah mengambil aku disini... sesampainya aku di batu gajah di depan rumah kelihatan begitu ramai org berkumpul..

" YA ALLAH!.. adakah ini satu kenyataan "

.. selangkah lagi aku masuk ke pintu kelihatan sekujur badan diselimuti kain batik .. longlai perjalanan ku.. kelihatan tangisan sedara mara... ibu ku datang menghampiri dengan tangisan dan berbisik ditelinga ku "intan nek sudah tiada" ya Allah... tabahkan hatiku... aku menahan air mataku dari berjujuran.. namun aku tewas...
 nek maafkan intan selame nie nek... aku trse terlalu sebak kerana tak dapat mnghabiskan masa dengan nenek.. permergiannye tak siapa duga.. seminggu sebelum pemergianya aku  menziarahinya diwad untuk dibawa pulang ke rumah keluarga ku... sikit pon aku tak kelihatan kesakitan yg ditanggungnya, dirinya ceria seperti hari-hari sebelum yang dilaluinya....

   Ayahku mencerita padaku bahawa arwah dimasukkan kembali ke hospital pada malam sebelum pemergiannya kerana disyaki ade kuman dalam perut. Arwah meniggal kerana terjatuh didalam tandas... mungkin Allah jadikan itu sebagai sebab utk dia pergi... kami redha dengan pemergianya..

   Setiap kali aku mengemas barangnya aku menangis dn aku tak lupa utk selitkan al-fatihah buatnya... kadang2 kenangan itu terlalu membahagiakan dan adakalanya ianya begitu pahit...

  Semoga ianya memberi keinsafan kepada kite bersama, sesungguhnya ajal maut itu ditangan Allah.
kita sebagai hambanya hanya perlu taat akan perintahnya. Ajal maut kita tidak tau bila, dimana dan bagaimana. Samalah kite muhasabah diri, merenung siapa kita dengan-Nya Yang Maha Pencipta...

 Begitu banyak dugaan yang telah engkau tempuhi
namun engkau tetap tabah menghadapi,
semangat mu begitu kuat sekali
untuk meneruskan sisa kehidupan ini...

Ya Allah...
Engkau tempatkanlah nendaku dikalangan org yg beriman
orang- orang yang solehah... ameen..

"INTAN SAYANG NENEK"

Friday, 1 April 2011

iBtiSam DhearTy...



Tersenyumlah walau hatimu luka…
Tersenyumlah walau hatimu menolaknya…
Tersenyumlah walau cuma hiasan di bibir belaka…
Tersenyumlah walau terasa berat melakukannya…

Senyum adalah keindahan…
Hilangkan dendam dan dengki yang kadang tak beralasan…
Teduhkan dan sirami hati dengan rasa kekeluargaan…
Tebarkan suasana damai dalam erat kekerabatan…

Senyum adalah ibadah…                                                          
Tak perlu malu, enggan dan tak perlu gundah…
Meskipun musuh yang mungkin berhadapan wajah…
Dengan senyum semua perasaan benci boleh berubah…
Tersenyumlah…

 

Wednesday, 30 March 2011

GaDis MusLiMah


 
Seorang muslimah sejati,
yang lembut fitrah tercipta,
halus kulit, manis tuturnya,
lentur hati,
telus wajahnya,
setelus rasa membisik di jiwa,
di matanya cahaya,
dalamnya ada air,
sehangat cinta,
sejernih suka,
sedalam duka,
ceritera hidupnya…

Seorang gadis itu…
hatinya penuh manja,
penuh cinta, sayang semuanya,
cinta untuk diberi,
cinta untuk dirasa…
namun manjanya,
bukan untuk semua,
bukan lemah,
atau kelemahan dunia…
ia bisa kuat,
bisa jadi tabah,
bisa ampuh menyokong,
pahlawan-pahlawan dunia…
 Begitu unik tercipta,
lembutnya bukan lemah,
tabahnya tak perlu pada,
jasad yang gagah…

Seorang gadis itu…
teman yang setia,
buat Adam dialah Hawa,
tetap di sini…
dari indahnya jannah,
hatta ke medan dunia,
hingga kembali mengecap nikmatNya…

Seorang gadis itu…
bisa seteguh Khadijah,
yang suci hatinya,
tabah dan tenang sikapnya,
teman Ar-Rasul,
pengubat duka dan laranya…
bijaksana ia,
menyimpan lmu,
si teman bicara,
dialah Ishah,
penyeri taman Rasulullah,
dialah Hafsah,
penyimpan mashaf pertama kalamullah…

Seorang gadis itu…
bisa setabah Maryam,
meski dicaci meski dikeji,
itu hanya cerca manusia,
namun sucinya ALLAH memuji…
seperti Fatimah kudusnya,
meniti hidup seadanya,
puteri Rasulullah,
kesayangan ayahanda…
suaminya si panglima agama,
di belakangnya dialah pelita,
cahya penerang segenap rumahnya,
ummi tersayang cucunda Baginda…
bisa dia segagah Nailah,
dengan dua tangan,
tegar melindung khalifah,
meski akhirnya bermandi darah,
meski akhirnya khalifah rebah,
syahid menyahut panggilan ALLAH…

Seorang gadis itu…
perlu ada yang membela,
agar ia terdidik jiwa,
agar ia terpelihara…
dengan kenal Rabbnya,
dengan cinta Rasulnya,
dengan yakin Deennya,
dengan teguh Aqidahnya,
dengan utuh cinta yang terutama,
ALLAH jua RasulNya,
dalam ketaatan penuh setia,
pemelihara maruah dirinya,
agama, keluarga dan ummahnya…

Seorang gadis itu…
melenturnya perlu kasih sayang,
membentuknya perlu kebijaksanaan,
kesabaran dan kemaafan,
keyakinan dan penghargaan,
tanpa jemu dan tanpa bosan,
memimpin tangan, menunjuk jalan…